Laman

Selasa, 22 Oktober 2013


SEBUAH senyum ternyata bisa memancing banyak interpretasi, teori, polemik, film, lagu, puisi bahkan parodi. Sementara sang empunya senyum mungkin hanya sekedar tersenyum saja dan tidak memiliki maksud apapun dari senyumannya itu karena hingga kini dia hanya terpaku diam di dinding Museum Louvre, Perancis. Itulah senyum Monalisa, sebuah ekspresi dari lukisan karya maestro Leonardo da Vinci. Lukisan Monalisa sampai saat ini dipercaya merupakan karya seni yang paling banyak dilihat orang sedunia. Bagaimana tidak, jutaan salinan lukisan ini telah dibuat dan beredar di seluruh dunia, sementara lukisan aslinya yang dipajang di Museum Louvre dipelototi oleh ribuan pengunjung setiap hari. Lalu mengapa lukisan ini menjadi sangat terkenal? Berikut sepenggal kisah asal-usul dan beberapa fakta menarik tentang lukisan Monalisa.

Asal-usul Monalisa
Lukisan Monalisa yang juga dikenal sebagai La Gioconda di Italia dan La Joconde di Perancis diyakini banyak kalangan dilukis oleh Leonardo da Vinci pada era Renaisans yaitu tepatnya di tahun 1503. Sementara subyek lukisannya menurut sejumlah sejarawan adalah seorang wanita asal kota Florence, Italia yang bernama Lisa del Giocondo atau Lisa Gherardini, isteri dari seorang pengusaha sutera kaya, Francesco del Giocondo.

Leonardo da Vinci mengerjakan lukisan potret ini hingga tahun 1506 dan sayangnya ia tidak meninggalkan catatan apapun dalam karya legendaris tersebut hingga akhir hayat pada tahun 1519. Namun hal inilah yang membuat Monalisa menjadi masyhur karena para sejarawan mengajukan beragam teori tentang lukisan ini baik berupa motif pribadi da Vinci dalam melukis, subyek lukisan, kapan lukisan dibuat, siapa pemilik sah lukisan dan tentu saja: makna senyum si Monalisa.
Leonardo da Vinci_self portrait, Leonardo da Vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, florence, louvre museum
Leonardo da Vinci

Lukisan Monalisa menggambarkan potret setengah badan seorang wanita usia pertengahan 20an yang berpose di sebuah teras gedung. Berbeda dengan sejumlah model lukisan potret pada masa itu yang umumnya berpose tegak lurus dan kaku, model lukisan ini terlihat santai menyilangkan tangannya di pegangan kursi sambil mengembangkan senyum tipis yang sangat misterius. Lukisan ini menjadi khas juga karena sang model lukisan tidak memakai perhiasan apapun di tubuhnya dan bahkan tidak mempunyai alis mata!

Namun sebenarnya lukisan Monalisa tidak terlalu terkenal hingga pertengahan era 1800an ketika para seniman aliran Simbolik memuji Monalisa sebagai simbol kemisteriusan wanita. Sejak saat itu Monalisa menjadi inspirasi berbagai macam puisi, lagu dan drama. Semakin terkenal lagi ketika lukisan ini dicuri pada tahun 1911 dan untungnya dua tahun kemudian diketemukan.

Perjalanan panjang Monalisa
Monalisa merupakan salah satu karya kesayangan Leonardo da Vinci. Ini terbukti karena da Vinci terus membawa lukisan tersebut kemana pun dia pergi hingga akhir hayat. Tahun 1516, da Vinci diundang melukis ke Perancis oleh Raja Francois I. Raja yang kagum terhadap karya-karya da Vinci membeli sejumlah lukisan sang maestro termasuk lukisan Monalisa dan kemudian memajangnya di istana Château Fontainebleau. Selanjutnya, Raja Louis XIV memindahkan lukisan ke istana Versailles. Setelah Revolusi Perancis, lukisan berpindah lagi ke istana (sekarang museum) Louvre. Penguasa terkenal pasca Revolusi Perancis, Napoleon I bahkan pernah menggantung lukisan Monalisa di kamar pribadinya.

Peristiwa menggemparkan terjadi pada 21 Agustus 1911 ketika Monalisa dicuri oleh seorang karyawan museum berkebangsaan Italia, Vincenso Peruggia. Dia menyimpan Monalisa selama dua tahun di loteng kamarnya di Paris. Tahun 1913, Peruggia membawa pulang Monalisa ke Italia dan mencoba menjualnya. Dia kemudian tertangkap, namun masyarakat Italia malah menganggap Peruggia sebagai pahlawan karena berhasil ‘memulangkan’ Monalisa ke tanah airnya. Setelah dipamerkan ke publik, Pemerintah Italia akhirnya memulangkan Monalisa kembali ke ‘rumah’ di Museum Louvre, Perancis.

Tahun 1962, Monalisa sempat berkunjung ke negara Paman Sam, AS untuk dipamerkan di museum National Gallery. Tahun 1974, bertualang ke Moskow dan Tokyo, di mana jumlah pengunjung pameran hampir mencapai dua juta orang hanya dalam beberapa hari saja. Sebuah rekor jumlah kunjungan museum yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Banyak yang menyukai lukisan Monalisa namun tidak sedikit pula yang membencinya. Tahun 1956, Monalisa dilempari asam hingga menyebabkan sedikit kerusakan di bagian bawah lukisan. Selanjutnya terkena lemparan batu yang menyebabkan lukisan lecet di beberapa bagian. Tahun 1974, Pemerintah Jepang menghadiahi Monalisa bingkai kaca anti peluru yang berpenyejuk udara. Sejak saat itu Monalisa mulai aman dari gangguan tangan-tangan jahil.
pengunjung louvre, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo


Sejumlah fakta menarik lain tentang Monalisa
·         Monalisa dilukis di atas kanvas kulit kayu menggunakan cat minyak dan berukuran 77 x 53 cm.
·         Mona dalam bahasa Italia adalah singkatan untuk madonna yang artinya adalah "nyonyaku". Sehingga judul lukisan artinya adalah Nyonya Lisa. Dalam bahasa Italia biasanya judul lukisan ditulis sebagai Monna Lisa(dengan ‘n’ ganda).
·         La Gioconda adalah bentuk feminin dari Giocondo. Kata giocondo dalam bahasa Italia artinya adalah "riang" dan la gioconda artinya adalah "wanita riang". Berkat senyum Mona Lisa yang misterius, frasa ini memiliki makna ganda. Begitu pula terjemahannya dalam bahasa Perancis; La Joconde.
·         Nama Mona Lisa dan La Gioconda atau La Joconde menjadi judul lukisan yang diterima secara luas semenjak abad ke-19. Sebelumnya lukisan ini disebut dengan berbagai nama seperti "Wanita dari Firenze" atau "Seorang wanita bangsawan dengan kerudung tipis".
·         Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini) atau Monna Lisa lahir tahun 1479 dan berusia sekitar 24 tahun ketika Leonardo da Vinci melukisnya.
·         Tahun 1625, seorang bangsawan Inggris, Duke of Buckingham mengajukan tawaran membeli lukisan Monalisa.
·         Seniman terkenal Italia, Pablo Picasso sempat diinterogasi polisi Italia saat lukisan Monalisa hilang. Ini karena Picasso sebelumnya diketahui membeli beberapa arca curian dari Museum Louvre beberapa bulan sebelum Monalisa hilang.
·         Tahun 1919, seniman aliran Dadais, Marcel Duchamp melukis parodi Monalisa bertajuk L.H.O.O.Q. Dalam lukisan ini Monalisa ditambahkan kumis dan jenggot. L.H.O.O.Q. menjadi sama tenarnya dengan Monalisa.
Marcel_Duchamp_Mona_Lisa_LHOOQ, L.H.O.O.Q., karya unik monalisa, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, florence
·         La Joconde a le sourire (Monalisa masih tersenyum) adalah sebuah sandi rahasia saat Perang Dunia II untuk menandakan bahwa sejumlah barang seni koleksi Negara telah diamankan.
·         Tahun 2000, Eric Harshbarger menyusun sketsa Monalisa menggunakan mainan Lego, sementara Karen Eland melukis Monalisa menggunakan bahan kopi.
karya unik monalisa, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, monalatte, monalego
·         Lukisan Monalisa terkecil dibuat oleh Yves Gerard yang berukuran 9x13 milimeter. Sementara lukisan yang terbesar (Mega Mona) dibuat oleh Karen Savell yang berukuran 44x62 inci.
monalisa terbesar, monalisa terkecil, karya unik monalisa, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, florence
·         Karakter Monalisa sempat muncul dalam serial kartun “Kura-kura Ninja” di episode 'Raphael Meets His Match'. Tiga anggota kura-kura Ninja: Raphael, Leonardo, dan Donatello membantu Monalisa mencari penjahat yang telah mengubahnya menjadi mutan Big Grin
·         Tahun 2000 digelar sebuah pameran besar dengan tajuk Seratus Senyum Monalisa (The 100 Smiles of Mona Lisa) yang memamerkan beragam salinan lukisan Monalisa sejak abad ke-19.
·         Sebelum berkunjung ke AS pada tahun 1962, Monalisa ditaksir untuk kepentingan asuransi dan nilainya adalah 100 juta dolar AS. Hingga saat ini Monalisa tidak diasuransikan karena sudah dianggap sebagai aset Negara oleh pemerintah Perancis.
·         Sebuah tayangan dari National Geographic berjudul "Testing the Mona Lisa" mengungkap bahwa Monalisa ternyata sedang hamil saat dilukis.
·         Tahun 2005, sejumlah peneliti dari Universitas Amsterdam mengungkap penelitian mereka tentang senyum Monalisa yaitu: 83% bahagia, 9% jijik, 6% takut, 2% marah, -1% netral, 0% terkejut.
·         Januari 2010, Dr Vito Franco, profesor anatomi patologi dari Universitas Palermo berteori bahwa Monalisa saat dilukis pada 1503 mengalami kegemukan dan berkolesterol tinggi.
·         Museum Vernon di AS mengklaim lukisan Monalisa mereka adalah lukisan asli. Monalisa versi Vernon memiliki subyek yang lebih muda dan lukisannya agak sedikit lebih lebar.
Kontroversi tak berujung 
Sampai sekarang Monalisa masih diliputi tanda tanya besar terutama yang berkaitan dengan subyek lukisannya. Memang pendapat umum yang diterima semua kalangan Monalisa adalah Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini), tapi ada ahli yang mengatakan bahwa Monalisa sebenarnya adalah potret diri Leonardo da Vinci yang dilukis berwujud perempuan, sementara ada juga yang mengatakan Monalisa adalah ibu kandung da Vinci. Pendapat lain mengatakan Monalisa adalah Pacifica Brandano, Constanza d'Avalos dan bahkan Isabella of Aragon yang merupakan isteri terakhir dari da Vinci. Jelasnya, siapapun yang dilukis oleh da Vinci dalam lukisan Monalisahanya dia dan Tuhan yang tahu!

Sumber:
http://www.asal-usul.com/2010/04/monalisa-senyum-sejuta-misteri.html


Rabu, 12 Juni 2013

11 Tips Mencari Ide Bahan Posting Blog

Blog Post Idea "Penyakit" umum yang dialami para blogger adalah semangat membuat blog diawal tapi lambat laun merasa jenuh atau bingung dalam menentukan tema apalagi yang akan diangkat diblognya.

Padahal semua itu tidaklah sulit. Karena Blog adalah catatan pribadi, bukan jurnal ilmiah yang mensyaratkan ketentuan-ketentuan baku yang super njlimet. Sehingga apapun dapat kita angkat sebagai bahan tulisan (posting) di blog, asal ada kemauan.

Nah, berikut ini 11 Tips Mencari Ide Bahan Posting Blog, yang diadaptasi dari tulisan mas Enda Nasution, supaya kamu tidak perlu pusing-pusing lagi. Selamat menyimak ;)


1. Kejadian Yang Kamu Alami
Mayoritas pengunjung blog akan tertarik membaca tulisan orisinil dari si empunya blog. Karena pengalaman yang dituliskan tidak akan dapat dijumpai di tempat lain. Mulai saja dari hal-hal yang sederhana seperti:
"Gak nyangka! Tadi sewaktu makan siang tiba-tiba aku dikagetkan oleh seseorang yang tampaknya pernah aku kenal. Eh..ternyata dia sahabat lamaku yang udah lama ga ketemu sejak 10 tahun yang lalu!!"

2. Sesuatu Yang Kamu Suka
Coba posting tentang hal-hal yang kamu suka. Buat suatu daftar tentang apa saja yang kamu suka dan bahas satu persatu untuk setiap postingan, kenapa kamu suka dan apa yang membuat kamu suka.
"Aku suka sama cowok yang bukan cuma bisa nyalahin pasangannya tapi bantu setiap kesulitan yang dihadapi secara bersama-sama."

3. Sesuatu Yang Kamu Tidak Suka
Tentu saja kebalikan dari tips nomer 2 diatas dong ya. Coba buat daftar hal-hal yang kamu benci dan kenapa kamu membencinya. Satu kebencian untuk setiap posting.
"Bete! Bete! Bete! Kenapa sih dia ga pernah ngerti perasaan aku!!"

4. Sesuatu Yang Kamu Tahu
Menulislah tentang hal-hal yang kamu tahu. Hal-hal sepele pun bisa menjadi bahan postingan.
"Cowok itu macho bukan karena ototnya. Tapi tanggung jawab dia pada sekitarnya. Keluarga, istri, anak-anak, orangtua, dan lingkungannya. Semua itu sudah aku dapatkan dalam diri suamiku :)"

5. Sesuatu Yang Kamu Baru Tahu
Ini akan menjadi tulisan yang cukup menarik buat pembaca blog kamu. Setidaknya bagi mereka yang belum tahu akan merasakan antusiasme yang sama dengan kamu saat mengetahui hal baru tersebut.
"Eh, ternyata aku baru tahu bahwa suamiku selain ganteng juga pandai memasak lho! Aku makin sayang deh sama dia.."

6. Sesuatu Yang Kamu Tidak Tahu
Kamu juga bisa membuat sebuah daftar tentang hal-hal yang kamu tidak tahu. Ini juga bisa menjadi bahan postingan yang menarik. Manfaatkan reaksi dari pengunjung blog kamu untuk mendapatkan jawabannya. Blog, juga bisa menjadi arena diskusi yang menarik.
"Duh! Sumpah bingung nih jadinya mau jawab apa kalo ditodong ortu pertanyaan, 'Kapan nikah?' Girls, please help me!"

7. Sesuatu Yang Kamu Ingin Tahu
Mirip tip diatas, kenapa tidak kamu tanyakan sebagai postingan, mungkin pembaca kamu bisa membantu.
"Kalo tata cara pernikahan menurut Islam yang benar itu seperti apa sih? Kasih tau aku dong.."

8. Sesuatu Yang Kamu Tidak Ingin Tahu
Atau sebutkan juga hal-hal yang kamu tidak ingin tahu.
"Setiap orang punya masa lalu bukan? Lalu untuk apa aku perlu tahu tentang masa lalunya?"

9. Sesuatu Yang Ingin Kamu Lupakan
Dan kenapa tidak kamu posting tentang hal-hal yang ingin kamu lupakan? Dan kenapa kamu ingin melupakannya.
"Sudahlah, semua sudah terlanjur terjadi. Tidak ada gunanya dibahas lagi. Sekarang, hanya ada kita berdua, dan jalan panjang ke depan. Maukah kau menitinya bersamaku?"

10. Sesuatu Yang Ingin Kamu Kerjakan
Atau, kamu bisa juga posting tentang rencana-rencana kamu di masa depan.
"Tidak! Aku tak minta apapun darimu. Aku hanya ingin duduk bersamamu, di tepi pantai itu. Merona dalam diam."

11. Sesuatu Yang Kamu Karang
Kalau terlalu sulit menuliskan fakta, maka tip terakhir adalah biarkan imajinasi khayalmu terbang bebas. Inilah saat dimana tidak ada batas antara pikiran dengan ruang posting blog. Tulis apa saja yang ingin kamu tulis. Biarkan jemarimu yang menari diatas keyboard.

Demikianlah 11 Tips Mencari Ide Bahan Posting Blog. Mudah bukan? Semoga bermanfaat ;)

sumber:  http://210488.blogspot.com/2012/02/11-tips-mencari-ide-bahan-posting-blog.html

Rabu, 29 Mei 2013


SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
1. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekah
Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragamawatsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza dan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in.
2. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5. Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.
Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.
Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
3. Ajaran Islam Periode Mekah
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan
STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hokum, sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:
1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
۞    Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞    Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
۞    Utsman bin Affan
۞    Zubair bin Awam
۞    Sa’ad bin Abu Waqqas
۞    Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).
2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah 26: 214-216.
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
  1. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
  2. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).
Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞    Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
۞    Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
۞    Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.
Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib.
3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
  1. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
  2. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
  3. Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
  4. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
۞    Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
۞    Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).

The Grammar Translation Method (GTM) (MAKALAH)



The Grammar Translation Method (GTM)
CHAPTER I
BACKGROUND
A. Introduction
GTM is not a new thing in language learning, which is only slightly different. The name that has been used by language teachers for a few years ago. In ancient times this method is called the "classical method" of the time used in the classical language learning, such as Latin and Greek. At the beginning of this century, this method is used to assist students in reading and understanding a foreign language literature. But it is also expected that it is in studying or understanding the grammar of the desired target language, students will become more familiar with the language rules in accordance with the source language and a deeper understanding of this will further help them in reading and writing according to the source language to be better.
Finally concluded that it is studying a foreign language will help the development of students in developing intellectual, it can be recognized that the students will never use the target language, but learning is very much needed mental
CHAPTER II
DISCUSSION
A. Definition
The grammar-translation method of foreign language teaching is one of the most traditional methods, dating back to the late nineteenth and early twentieth centuries. It was originally used to teach 'dead' languages (and literatures) such as Latin and Greek
B. Caracteristic
The grammar translation method has eihgt caracteristic
1. Classes are taught in the mother tongue, with little active use of the target language.
2. Much vocabulary is taught in the form of lists of isolated words.
3. Long elaborate explanations of the intricacies of grammar are given.
4. Grammar provides the rules for putting words together, and instruction often focuses on the form and inflection of words.
5. Reading of difficult classical texts is begun early.
6. Little attention is paid to the content of texts, which are treated as exercises in grammatical analysis.
7. Often the only drills are exercises in translating disconnected sentences from the target language into the mother tongue.
8. Little or no attention is given to pronunciation.
C. Techniques
The grammar translation method has nine Techniques :
1. Translation of a Literary Passage (Translating target language to native language)
2. Reading Comprehension Questions (Finding information in a passage, making inferences and relating to personal experience)
3. Antonyms/Synonyms (Finding antonyms and synonyms for words or sets of words).
4. Cognates (Learning spelling/sound patterns that correspond between L1 and the target language)
5. Deductive Application of Rule (Understanding grammar rules and their exceptions, then applying them to new examples)
6. Fill-in-the-blanks (Filling in gaps in sentences with new words or items of a particular grammar type).
7. Memorization (Memorizing vocabulary lists, grammatical rules and grammatical paradigms)
8. Use Words in Sentences (Students create sentences to illustrate they know the meaning and use of new words)
9. Composition (Students write about a topic using the target language).
D. Advantages
a. The phraseology of the target language is quickly explained. Translation is the easiest way of explaining meanings or words and phrases from one language into another. Any other method of explaining vocabulary items in the second language is found time consuming. A lot of time is wasted if the meanings of lexical items are explained through definitions and illustrations in the second language. Further, learners acquire some short of accuracy in understanding synonyms in the source language and the target language.
b. Teacher’s labour is saved. Since the textbooks are taught through the medium of the mother tongue, the teacher may ask comprehension questions on the text taught in the mother tongue. Pupils will not have much difficulty in responding to questions on the mother tongue. So, the teacher can easily assess whether the students have learnt what he has taught them. Communication between the teacher and the learners does not cause linguistic problems. Even teachers who are not fluent in English can teach English through this method. That is perhaps the reason why this method has been practiced so widely and has survived so long
E. Disadvantages
a. It is an unnatural method. The natural order of learning a language is listening, speaking, reading and writing. That is the way how the child learns his mother tongue in natural surroundings. But in the Grammar Translation Method the teaching of the second language starts with the teaching of reading. Thus, the learning process is reversed. This poses problems.
b. Speech is neglected. The Grammar Translation Method lays emphasis on reading and writing. It neglects speech. Thus, the students who are taught English through this method fail to express themselves adequately in spoken English. Even at the undergraduate stage they feel shy of communicating through English. It has been observed that in a class, which is taught English through this method, learners listen to the mother tongue more than that to the second/foreign language. Since language learning involves habit formation such students fail to acquire habit of speaking English. Thus, they have to pay a heavy price for being taught through this method.
c. Exact translation is not possible. Translation is, indeed, a difficult task and exact translation from one language to another is not always possible. A language is the result of various customs, traditions, and modes of behavior of a speech community and these traditions differ from community to community. There are several lexical items in one language, which have no synonyms/equivalents in another language. For instance, the meaning of the English word ‘table’ does not fit in such expression as the ‘table of contents’, ‘table of figures’, ‘multiplication table’, ‘time table’ and ‘table the resolution’, etc. English prepositions are also difficult to translate. Consider sentences such as ‘We see with our eyes’, ‘Bombay is far from Delhi’, ‘He died of cholera’, He succeeded through hard work’. In these sentences ‘with’, ‘from’, ‘of’, ‘through’ can be translated into the Hindi preposition ‘se’ and vice versa. Each language has its own structure, idiom and usage, which do not have their exact counterparts in another language. Thus, translation should be considered an index of one’s proficiency in a language.
d. It does not give pattern practice. A person can learn a language only when he internalizes its patterns to the extent that they form his habit. But the Grammar Translation Method does not provide any such practice to the learner of a language. It rather attempts to teach language through rules and not by use. Researchers in linguistics have proved that to speak any language, whether native or foreign entirely by rule is quite impossible. Language learning means acquiring certain skills, which can be learnt through practice and not by just memorizing rules. The persons who have learnt a foreign or second language through this method find it difficult to give up the habit of first thinking in their mother tongue and than translating their ideas into the second language. They, therefore, fail to get proficiency in the second language approximating that in the first language. The method, therefore, suffers from certain weaknesses for which there is no remedy
CHAPTER III
CONCLUSION
The Grammar Translation Method was developed for the study of “dead” languages and to facilitate access to those languages’ classical literature. That’s the way it should stay. English is certainly not a dead or dying language, so any teacher that takes “an approach for dead language study” into an English language classroom should perhaps think about taking up Math or Science instead. Rules, universals and memorized principles apply to those disciplines – pedagogy and communicative principles do not.

REFERENCES
Larsen-Freeman, Diane. (1986) Techniques and Principles of Language Teaching, Oxford University Press.
Billah,MD.M. “Teaching English through English Medium”. The New Nation.Online. 20 Nov 2005.
2. Brown, D.H. Teaching by Principles:An Interactive Approach to Language Pedagogy. Longman: New York,2001.
3. Dr. Shahidullah, M., Islam. J., Majid , I. A. N. and Haque,M.S. English For Today for Classes 11-12.Dhaka.NCTB, 2001.
4. Dr. Shahidullah,M.,Islam,J., Majid, I. A.N. and Haque,M.S. Teacher’s Guide for English For Today For Casses 11-12.Dhaka.ELTIP, 2001.
5. Larsen-Freeman,D. Techniques and Principles of Language Teaching. Oxford:Oxford University Press, 1981.
6. Shahzadi,N.,Rabbani,F.,Tasmin,S. English For today for Classes 9-10.Dhaka.NCTB, 2002.


sumber:  http://hadirukiyah2.blogspot.com/2009/12/grammar-translation-method-gtm.html?showComment=1369894749484#c4792855104964383744